Sabtu, 18 Maret 2017

Rasulullah ﷺ dan Pengemis Yahudi

Rasulullah Sholallahu Alaihi wa Salam memberikan suri tauladan yang sangat mulia, meskipun terhadap orang yang telah berbuat kejelekan kepada Beliau.

Rasulullah ﷺ  membalas kejelekan yang dilakukan oleh orang lain dengan kebaikan. Beliau memberikan contoh bahwa kejelekan yang dilakukan orang lain kepada kita, mungkin saja karena orang tersebut tidak mengetahui perihal kebenaran yang sesungguhnya.

Diantara kisah yang sangat menyentuh hati dilakukan oleh beliau terhadap pengemis yahudi yang buta.

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata ”Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya”.

Namun setiap pagi Rasulullah ﷺ mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah ﷺ menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad.

Rasulullah ﷺ melakukannya hingga menjelang Beliau ﷺ wafat. Setelah kewafatan Rasulullah ﷺ tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Sahabat Abu Bakar rodhiyallohu anhu berkunjung ke rumah putrinya Aisyah r.ha.
Beliau bertanya kepada anaknya, ” putriku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan”

Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, ”Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja”.

”Apakah Itu?”, tanya Abu Bakar r.a. 


Setiap pagi Rasulullah ﷺ selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana”, kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya. Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, ”siapakah kamu ?”.

Abubakar r.a menjawab, ”aku orang yang biasa”.
”Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku”, jawab si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.

Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abu Bakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada.

Ia adalah Muhammad Rasulullah ﷺ. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia....

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Demikianlah sahabat pembaca kaum muslim, begitu lembutnya perilaku Rasulullah Sholallahu Alaihi Wa Salam yang mengajarkan kepada kaum muslimin untuk memiliki akhlakul karimah ( akhlak yang baik ) kepada sesama manusia, sekalipun kepada pemeluk agama lain.