Selasa, 23 Mei 2017

5 Kisah Mualaf Masuk Islam Karena Hal Unik

5 Kisah Mualaf Masuk Islam Karena Hal Unik

Semakin hari Islam semakin membuat umat manusia di belahan dunia terpesona, di tengah tuduhan yang begitu santer terkait Islam sebagai agama teroris. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya orang yang meminati Islam. Perilaku Muslim yang baik, kejadian sehari-hari, tumbuhan bahkan benda-benda kotor menjadi wasilah datangnya hidayah Allah pada seseorang.

Ini sekaligus menjadi bukti tak terbantahkan mengenai firman Allah Swt., “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah” (An-Nasr:1-2). Berikut ini 5 kisah unik para mualaf saat menemukan hidayah Islam yang disarikan dari berbagai macam sumber :

1. Masuk Islam karena Bayi yang Tertukar

Kisah ini terjadi pada seorang dokter yang beragama kristen. Saat itu, perawat lupa menandai dua bayi yang lahir bersamaan dengan nama ibunya.  Dokter Kristen itu pun minta bantuan temannya seorang dokter Muslim untuk memutuskan kepemilikan dua bayi itu.
Bayi yang satu berkelamin laki-laki dan yang lainnya perempuan. Dokter Kristen berkata pada temannya, bukankah agama Islam yang dibanggakan teman Muslimnya selalu punya solusi atas segala masalah. Dokter Muslim ini pun berjanji menyelesaikan masalah itu.
Setelah memohon petunjuk Allah, ia mengukur kandungan Air Susu Ibu (ASI) dari setiap ibu. Selepas penelitian, ia berkata pada temannya bahwa ia telah mengetahui siapakah ibu dari setiap bayi. Setelah mengadakan tes DNA, maka terbuktilah kebenaran dari solusi itu.
Dengan takjub dokter Kristen tersebut bertanya kepada teman Muslimnya bagaimana dia bisa melakukan hal itu. Dokter Muslim menjelaskan bahwa dalam Alquran disebutkan “Bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua anak perempuan” (Annisa: 11).
Ia mendapati salah satu ibu memiliki ASI yang kandungan vitamin, kalsium dan mineral lainnya dua kali lipat dari ibu lainnya. Maka tidak diragukan lagi bayi laki-lakilah yang dilahirkan sang ibu sementara bayi perempuan dilahirkan ibu yang lainnya. Karena kejadian ini dokter Kristen tidak ragu memeluk Islam.

2. Masuk Islam karena “CD”

Seorang wanita paruh baya di Inggris mendapatkan hidayah Islam lewat celana dalam.  Ia adalah petugas laundry sebuah asrama mahasiswa. Awalnya ia tidak memperhatikan pakaian kotor yang ia cuci. Namun karena telah menjadi rutinitasnya, ia akhirnya menyadari bahwa sekelompok pakaian dalam yang kotor itu tidak berbau dan cukup bersih.

Sementara tumpukkan pakaian dalam lainnya kotor dan bau. Karena rasa penasaran ia bertanya kepada mahasiswa yang  menyetorkan “CD-CD” tanpa bau tersebut, mengapa pakaian dalam mereka tidak berbau dan bersih meskipun sudah waktunya dicuci.

“Kami Muslim. Agama kami mengajarkan untuk bersuci menggunakan air sampai bersih sehabis buang air kecil maupun buang air besar,” jawab mahasiswa Timur Tengah tersebut.
Mendengar ini, wanita itu sangat kagum dengan ajaran bersuci setelah buang hajat. “Kalau sebuah agama mengajarkan pemeluknya tentang hal-hal yang kecil maka pastilah masalah-masalah besar kehidupan pun ada panduannya,” pikir wanita paruh baya tersebut takjub. Setelah mempelajari Islam beberapa waktu, ia dengan penuh keyakinan menyatakan keislamannya.

3. Masuk Islam karena Sebuah Film

Arnoud van Doorn,  seorang politisi sebuah partai garis keras asal Belanda yang ramai namanya dibicarakan orang karena film Fitna(2008) yang dibuatnya. Awalnya ia sangat membenci Islam hingga ia membuat film hinaan kepada Nabi Muhammad Saw. dan menghubungkan Islam dengan kekerasan.

Ia heran melihat reaksi marah dari Muslim dunia setelah menonton filmnya. Karena rasa penasaran yang besar, Arnoud mempelajari Islam dengan serius. Ia tertarik mempelajari Alquran. Semakin ia baca, semakin ia cinta pada Islam. Lalu, Allah memberinya hidayah. Arnoud mengucapkan kalimat syahadat pada tahun 2013.

Saat pergi haji Van Doorn bersimpuh meminta maaf di depan makam Nabi Muhammad Saw. karena kebenciannya di masa lalu dan sekarang ia paham mengapa orang marah atas film tersebut.

4. Masuk Islam karena Buah Tin dan Buah Zaitun

Kisah ini tentang seorang ahli Biologi asal Jepang. Ia melakukan banyak riset pada berbagai macam tumbuhan. Cerita keislamannya bermula saat ia meneliti suatu protein bernama methalonids. Protein ini keluar dari otak manusia dan hewan dalam jumlah yang sangat sedikit.

Methalonids ini penting bagi tubuh untuk menurunkan kolesterol, menguatkan fungsi jantung dan memperkuat sistem pernafasan. Karena sedikitnya jumlah protein ini dalam tubuh, ahli riset Jepang ini mencari alternatif  sumber methalonids. Kemudian ia menemukan bahwa hanya buah tin dan buah zaitunlah yang mengandung protein berharga ini.

Dalam risetnya ia mendapati apabila buah tin saja yang dikonsumsi maka hasilnya tidak maksimal, berlaku pula sebaliknya. Lalu, dicobalah oleh ahli riset ini mengkonsumsi satu buah tin dan satu buah zaitun, hasilnya bagus. Sampai suatu saat ia menemukan formulasi terbaik yaitu mengkonsumsi satu buah tin dan enam buah zaitun, dan hasilnya amat menakjubkan, penyakit sembuh sempurna.

Berdasarkan temuan formulasi 1 buah tin dan 6 buah zaitun  ini, ia memberitahu seorang dokter Saudi Arabia. Lalu, dokter ini meneliti penggunaan kata tin dan zaitun dalam Alquran.Hasil dari penelitiannya menunjukkan sesuatu yang luar biasa, ternyata dalam Alquran, tin disebutkan satu kali dan zaitun disebutkan enam kali salah satunya secara tersirat.

Dokter Saudi sungguh takjub atas temuannya ini. Ia mengabarkan hal ini kepada ahli riset Jepang tersebut. Ahli riset Jepang ini sangat kagum atas hasil penelitian ayat Alquran. Ia berpendapat tidak mungkin sebuah kitab suci dapat menampilkan suatu informasi masa depan yang akurat kalau ia dibuat oleh manusia. Maka pastilah kitab suci Alquran ini dibuat oleh Tuhan Yang Mahahebat. Atas hasil penelitian ini, maka tidak ragu ia menyatakan diri sebagai muslim.

5. Masuk Islam karena Ditangkap Taliban

Yvone Ridley, seorang wartawati Inggris, sempat bertugas di Afganistan. Ia ditangkap di sebelah timur kota Jalalabad dan diinterogasi oleh pasukan Taliban yang oleh media AS disebut kelompok Islam garis keras bahkan disebut teroris.

Yvone Ridley  ditangkap dan diinterogasi selama 10 hari dan dimasukkan ke dalam penjara yang terpisah. Meskipun ia bersikap kasar, menunjukkan sikap benci dan menolak makan, tetapi pasukan Taliban selalu memperlakukannya dengan baik, tidak menyakiti fisik, tidak mengancam apalagi melecehkan. Sebenarnya dalam penangkapannya, Ridley heran dengan perbedaan sikap Taliban yang ia terima selama ditawan dengan yang dituduhkan media Barat.

Saat dipenjara, ia pernah didatangi seorang ulama dan berdialog tentang agama, lalu ia berjanji pada sang ulama untuk mempelajari Islam setelah dilepaskan. Selama penangkapannya, Ridley berkesimpulan bahwa Taliban adalah sebuah keluarga terbaik di dunia.

Menurutnya mereka adalah orang-orang baik, ramah dan santun yang begitu tinggi kecintaannya pada Islam. Begitu kembali ke Inggris, Ridley membaca terjemahan Alquran, ia mencoba memahami pengalaman penangkapan yang baru saja ia lewati melalui bacaannya.

Hatinya luluh lantak, terharu dengan apa yang ia baca. Lalu Ridley pun bersyahadat pada tahun 2003. Ridley dengan bangga menyatakan bahwa dirinya saat ini telah bergabung dengan keluarga besar terbaik di dunia, Taliban.

sumber : Datdut