Minggu, 28 Mei 2017

Usaha Yahudi Meracuni Rasulullah


Imam Bukhari dalam shahih nya meriwayatkan hadits berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ لَمَّا فُتِحَتْ خَيْبَرُ أُهْدِيَتْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَاةٌ فِيهَا سُمٌّ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اجْمَعُوا إِلَيَّ مَنْ كَانَ هَا هُنَا مِنْ يَهُودَ فَجُمِعُوا لَهُ فَقَالَ إِنِّي سَائِلُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَهَلْ أَنْتُمْ صَادِقِيَّ عَنْهُ فَقَالُوا نَعَمْ قَالَ لَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَبُوكُمْ قَالُوا فُلَانٌ فَقَالَ كَذَبْتُمْ بَلْ أَبُوكُمْ فُلَانٌ قَالُوا صَدَقْتَ قَالَ فَهَلْ أَنْتُمْ صَادِقِيَّ عَنْ شَيْءٍ إِنْ سَأَلْتُ عَنْهُ فَقَالُوا نَعَمْ يَا أَبَا الْقَاسِمِ وَإِنْ كَذَبْنَا عَرَفْتَ كَذِبَنَا كَمَا عَرَفْتَهُ فِي أَبِينَا فَقَالَ لَهُمْ مَنْ أَهْلُ النَّارِ قَالُوا نَكُونُ فِيهَا يَسِيرًا ثُمَّ تَخْلُفُونَا فِيهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْسَئُوا فِيهَا وَاللَّهِ لَا نَخْلُفُكُمْ فِيهَا أَبَدًا ثُمَّ قَالَ هَلْ أَنْتُمْ صَادِقِيَّ عَنْ شَيْءٍ إِنْ سَأَلْتُكُمْ عَنْهُ فَقَالُوا نَعَمْ يَا أَبَا الْقَاسِمِ قَالَ هَلْ جَعَلْتُمْ فِي هَذِهِ الشَّاةِ سُمًّا قَالُوا نَعَمْ قَالَ مَا حَمَلَكُمْ عَلَى ذَلِكَ قَالُوا أَرَدْنَا إِنْ كُنْتَ كَاذِبًا نَسْتَرِيحُ وَإِنْ كُنْتَ نَبِيًّا لَمْ يَضُرَّكَ


Dari Abu Hurairah RA berkata:

Ketika Khaibar ditaklukan, Nabi  diberi hadiah seekor kambing yang di dalamnya ditaruh racun.
Maka Nabi  berkata: “Kumpulkan di hadapanku orang-orang yang ada di sini dari kalangan Yahudi”.

Maka mereka berkumpul di hadapan Beliau lalu Beliau berkata: “Aku ingin bertanya satu hal kepada kalian, apakah kalian akan menjawab jujur?”. Mereka menjawab; “Ya”.

Nabi  bertanya kepada mereka: “Siapa orang tua kalian?”.

Mereka menjawab; “Si fulan”.

Beliau berkata: “Kalian berdusta. Yang sebenarnya orang tua kalian adalah si anu”.

Mereka berkata; “Anda benar”.

Lalu Beliau bertanya lagi: “Apakah kalian akan menjawab lagi dengan jujur tentang pertanyaanku?”.

Mereka menjawab; “Ya, wahai Abu Al Qasim. Seandainya kami berdusta, Anda pasti mengetahui kedustaan kami sebagaimana Anda mengetahui orangtua kami”.

Beliau bertanya: “Siapakah yang menjadi penduduk neraka?”.

Mereka menjawab; “Kami akan berada di dalamnya sebentar lalu kalian (kaum Muslimin) akan mengiringi masuk ke dalamnya”.

Nabi  berkata: “Tinggallah kalian dengan hina di dalamnya. Demi Allah, sungguh kami tidak akan mengikuti kalian ke dalamnya selama-lamanya”.

Kemudian Beliau bertanya lagi: “Apakah kalian akan menjawab lagi dengan jujur tentang suatu masalah yang akan aku tanyakan?”.

Mereka menjawab; “Ya, wahai Abu Al Qasim”.

Beliau bertanya: “Apakah kalian telah memasukkan racun ke dalam kambing ini?”.

Mereka menjawab; “Ya”.

Beliau bertanya lagi: “Apa yang mendorong kalian berbuat begitu?”.

Mereka menjawab; “Kami hanya ingin menguji Seandainya anda berdusta (mengaku sebagai Nabi) kami dapat beristirahat dari anda (dengan kematian anda). Dan seandainya anda benar seorang Nabi maka racun itu tidak akan dapat mendatangkan bahaya buat anda”.


PELAJARAN

1. Yahudi berani meracun Nabi Muhammad .

2. Mereka berani membohongi Nabi Muhammad .

3. Mereka sadar sebagai calon penghuni neraka tapi tidak meyakini kekekalan mereka di dalamnya.

4. Mereka berusaha membunuh Nabi  sebagaimana pendahulu mereka gemar melakukannya.


Sumber : www.santri.net