Jumat, 09 Juni 2017

10 Nasehat Sufyan at Tsauri tentang Perkara Sia - Sia



Sufyan Ats-Tsauri bernama lengkap Sufyan bin Sa'id bin Masruq bin Habib bin Rafi' bin Abdillah, dan dipanggil pula dengan sebutan Abu Abdillah Ats-Tsauri. Beliau lahir di Kufah pada tahun 96 H. atau yang bertepatan dengan tahun 716 M dan wafat di Bashrah pada bulan Sya'ban tahun 161 H bertepatan dengan tahun 778 M. Beliau dikenal dan tercatat sebagai adalah salah seorang tokoh ulama di masanya, imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya, terkenal juga sebagai pribadi yang wara' atau sangat hati-hati, zuhud dan ahli fikih 

Sufyan at-Tsauri menyatakan, ada 10 perkara yang termasuk dalam kategori sia-sia yaitu:

1.      Berdoa untuk dirinya sendiri, tetapi tidak memohon doa untuk ibu bapanya sendiri dan kaum Muslimin. 
2.      Orang yang sering membaca Al-Quran, tetapi tidak membaca secara tertib hingga 100 ayat setiap hari.
3.      Masuk ke dalam masjid, kemudian dia keluar kembali dari masjid tanpa mengerjakan sholat tahiyatul masjid. 
4.      Lelaki yang masuk pada Jumaat ke satu kota, kemudian dia keluar dari kota itu tanpa mengerjakan solat jumat berjemaah.
5.      Melalui tanah perkuburan umat muslim, tetapi tidak mengucapkan salam kepada penghuni kubur dan tidak mendoakan untuk keselamatan arwah mereka. 
6.      Tinggal dalam suatu lingkungan dengan seorang ulama, tetapi dia tidak mempergunakan kesempatan itu untuk menambah ilmu pengetahuan.
7.      Bersahabat, tetapi mereka tidak saling menanyakan keadaan masing-masing dan keluarganya.
8.      Mengundang seseorang menjadi tetamunya, tetapi tidak dipedulikan atau dilayani tetamunya itu.
9.      Orang yang tidak menyedari tetangganya yang merintih lantaran kelaparan, sedangkan dia sendiri makan kekenyangan di rumahnya.
10.  Pemuda yang menjadikan zaman mudanya berlalu begitu saja tanpa memanfaatkan waktu berharga untuk menuntut ilmu dan meningkatkan budi pekerti.

Rasulullah  melarang melakukan perkara sia-sia dan tidak pernah melakukan sesuatu yang melampaui batas. Perkara ini ada dijelaskan dalam hadis: “Ketika Mu’awiyah berkunjung ke Kufah, maka Abdullah bin Amr bercerita mengenai Rasulullah , katanya Rasulullah  tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah melakukan perkara keji. Beliau juga berkata: Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling baik antara kamu adalah orang yang paling baik budi pekertinya.” (Hadis riwayat al-Bukhari).
 .
Rasulullah  bersabda : “Tidak akan berganjak dua tapak kaki manusia pada hari kiamat sehinggalah dia disoal tentang empat perkara. Mengenai umurnya kemanakah dihabiskan umurnya? Mengenai ilmunya, apakah yang sudah dilakukan dengan ilmunya? Mengenai hartanya, dari sumber manakah dia perolehi dan jalan manakah dia belanjakan? Dan tentang tubuh badannya, apakah yang telah dia lakukan?” (Hadis Hasan Sahih riwayat Tirmizi)
..
والله أعلم بالصواب
Wallahu A’lam Bish Shawab