Rabu, 08 November 2017

Gadis Cilik 7 Tahun Menjadi Peserta Musabaqoh Hifdzil Quran Di Jakarta

Gadis Cilik 7 Tahun Menjadi Peserta Lomba Musabaqih Hifdzil Quran Di Jakarta
Aisayah Putri Al Khonsa (Istimewa) 

Pada ajang lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an ‘MHQ” tahun 2017 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Darunnajah, Ulujami, Jakarta,  terdapat salah satu peserta termuda yang masih berumur 7 tahun dengan mengikuti lomba kategori 10 juz.

Aisyah Putri Al Khonsa namanya, gadis cilik berusia 7 tahun 9 bulan yang berasal dari Pesantren Baitul Qur’an, Bontang, Kalimantan Timur.

Aisyah mulai menghafal al Qur’an pada usia 4,5 tahun saat melihat penghafal al Qur’an cilik yang benama Musa kemudian menginspirasinya, maka saat itulah Aisyah mulai bertekad menghafal Al Qur’an.

Juz Amma’ menjadi hafalan pertamanya, yang dilanjutkan dengan juz satu dan seterusnya.

Sedangkan untuk Teknik menghafal menurut ayahandanya sampai saat ini Aisyah sudah mampu menghafal sehari 8 ayat.

Musabaqoh Hifdzil Qur’an di Darunnajah menjadi yang pertama diikutinya untuk tingkat nasional.


Gadis Cilik Aisyah Putri Al Khonsa

Untuk mengikuti ajang ini Aisyah mempersiapkan diri dengan bangun jam 2 pagi tiap harinya untuk melakukan muroja’ah besama orang tuanya.

Kadang bangun sendiri, kadang ayah bundanya yang membangunkan, dan tak jarang juga Aisyah sendiri yang membangunkan kedua orang tuanya.

Dengan usaha dan perjuangan yang telah dilakukan, akhirnya Aisyah mendapatkan juara 3 pada kategori putri hafalan 10 Juz.

Ditanya saat selesai pengumuman pemenang, hadiah apa yang akan diberikan orang tuanya jika masuk final, dengan mantap Aisyah menjawab ingin melaksanakan umroh.

Menjadi pengajar di Masjid Nabawi menjadi cita-cita Aisyah selanjutnya, sebuah cita-cita yang jarang sekali terucap dari seorang anak kecil berusia 7 tahun ini, subhanallah! Semoga cita-citamu terkabul nak!.

Untuk bisa menjadi seorang hafidz atau penghafal al Qur’an tidak hanya keturunan ustadz, kiai, atau bahkan wali, orang biasa seperti saya juga bisa menjadi seorang penghafal al Qur’an ucap ayahanda Aisyah.

"Yang penting adalah kemauan dan niat yang tulus untuk menghafal Al Qur’an, insya allah segala kemudahan akan didapat dengan keikhlasan tersebut," kata sang Ayahanda Aisyah.

Insya Allah tahun depan Aisyah akan kembali ke Darunnajah untuk mengikuti Musabaqoh Hifdzil Qur’an edisi selanjutnya dengan mengikuti kategori yang lebih tinggi.